top of page

Agar Tanaman Tidak Kering, Tips Berkebun di Musim Kemarau

  • juragantaniantihoa
  • Sep 20, 2023
  • 2 min read


Tantangan berkebun atau bertani di musim panas adalah bagaimana cara mengatur agar tanaman tetap terjaga kelembabannya sehingga tanaman tetap sehat. Kurangnya air menjadi tantangan tersendiri saat bertani di musim kemarau.


Terlebih jika bertani di lahan yang memang hanya mengandalkan pengairan dari air hujan. Maka bertani di musim panas ini memang betul-betul menjadi tantangan yang cukup menguras tenaga.

Jangan berkecil hati, dengan menerapkan teknik dan perawatan yang maksimal, tanaman Anda tetap akan sehat meski diterjang musim panas yang kering dan kurang air.

Jika Anda baru mulai mencoba bertanam di musim panas, maka pilihlah tanaman atau varietas yang memang tahan terhadap cuaca panas. Coba pilih tanaman seperti sukulen, kaktus atau lidah mertua.


Tanaman-tanaman disebut di atas lebih cenderung tahan terhadap cuaca panas. Bahkan tanaman lidah mertua (snake plant) bisa bertahan tanpa air selama 2 minggu atau lebih.

Meski Anda sudah memilih jenis tanaman yang tahan air, bukan berarti tanaman itu tidak butuh air sama sekali. Maka Anda harus mengerti betul kapan harus menyiram dan cara menghemat air.

Seperti kita ketahui, air adalah kunci utama untuk menjaga tanaman tetap hidup selama musim kemarau. Air pada pagi atau sore hari saat suhu lebih rendah, sehingga tanah dapat menyerap air dengan baik sebelum matahari terlalu panas.

Untuk mempertahankan kelembaban tanah lebih lama, Anda disarankan menggunakan kompos sebagai selimut tanah agar mengurangi penguapan akibat cuaca panas.

Gunakan kompos untuk menjaga kelembaban tanah. Lapisan tipis mulsa dapat membantu menjaga suhu tanah tetap stabil dan mengurangi penguapan air.

Jangan lupa, pastikan juga tanah di kebun Anda kaya akan bahan organik. Tanah yang subur dapat menyimpan lebih banyak air dan nutrisi, sehingga tanaman lebih tahan terhadap kekeringan.

Juga berikan nutrisi tambahan untuk tanaman Anda dengan pemupukan yang tepat. Pemupukan yang seimbang dapat membantu tanaman menghadapi tekanan kemarau.

Cara lainnya adalah dengan mengelompokkan tanaman dengan kebutuhan air yang serupa bersama-sama. Ini memudahkan pengairan dan memastikan bahwa tanaman yang sama-sama membutuhkan banyak air ditempatkan dekat satu sama lain.

Cara selanjutnya adalah dengan memakai sistem irigasi tetes. Dengan cara Ini, pemakaian air akan lebih terukur sesuai dengan kebutuhan tanaman. Irigasi jenis ini memungkinkan air langsung ke akar tanaman dengan efisiensi yang tinggi dan mengurangi pemborosan air.

Untuk tanaman yang lebih sensitif terhadap sinar matahari langsung, berikan perlindungan seperti teduhan atau penutupan berkas sinar matahari selama jam-jam terpanas.

Cara terakhir adalah dengan mengurangi tanaman. Jika memungkinkan, kurangi jumlah tanaman yang Anda miliki untuk mengurangi beban perawatan selama musim kemarau. Dengan begitu, tanaman Anda akan lebih sehat dan bagus meski di cuaca yang panas.

Comments


bottom of page