
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) mendorong generasi muda petani milenial agar memperluas jejaring untuk memperluas pasar.
Mentan Syahrul mengimbau para petani milenial agar mengubah mindset agar mengembangkan bisnir dari hulu hingga hilir.
"Kalian tidak boleh hanya sebatas meningkatkan produksi, tetapi juga harus mulai memikirkan agribisnis dan hilirisasi. Pertanian itu menjanjikan dan bisa menjadi masa depan buat anak-anak muda," kata SYL.
Sebagai bentuk dukungan kepada petani milenial Indonesia, Kementerian Pertanian berupaya menciptakan wirausaha milenial yang berkualitas melalui Program Youth Entrepreneur and Employment Support Services (YESS).
Program YESS ini digagas untuk menciptakan wirausahawan muda pedesaan dan menghasilkan tenaga kerja kompeten di bidang pertanian. Program ini merupakan kerja sama antara Kementan dengan International Fund For Agricultural Development (IFAD).
Salah satu generasi muda yang merasakan manfaat dari program YESS ini adalah Gani Aristan, Petani Milenial asal Pasuruan Jawa Timur hasil binaan program Youth Entrepreneur Support Services (YESS). Saat ini dia menggeluti pertanian dengan komoditas utama selada keriting dan selada pawetonan dengan menerapkan metode Smart Green House.
Hal itu terlihat saat lahan pertanian miliknya dikunjungi oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Dedi Nursyamsi pada Selasa (26/9/2023).
Dedi Nursyamsi menyampaikan bahwa peluang untuk menggenjot produktivitas dan memenuhi kebutuhan pasar sangat mungkin dilakukan.
“Kuota pemasarannya tidak masalah, berarti tinggal tingkat kan produktivitas dan cari offtakers serta buka pasar yang lebih luas,” ungkap Dedi.
Dedi memberikan sejumlah pesan kepada Gani agar lahan pertaniannya dapat berkembang dengan pesat.
Menurut Dedi, 3 kunci peningkatan produktivitas dan produksi terletak pada Benih, Nutrisi tanaman, dan Pemasaran. Tiga elemen penting ini harus segera direalisasikan dan wajib dikuasai agar usaha pertanian dapat berkembang cepat dan pesat.
Comments